Beranda » Tak Berkategori » Jenis Penyakit Yang Dapat Diobati Dengan Bisa Lebah (Venom Lebah)

Jenis Penyakit Yang Dapat Diobati Dengan Bisa Lebah (Venom Lebah)

T Diposting oleh pada 14 November 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 44 kali

Venom (bisa) adalah sejenis produk lebah yang banyak dipublikasikan  peneliti-peneliti ilmiah, utamanya dibidang kesehatan dan kosmetik. Venom lebah mengandung bahan kimia yang sangat rumit.

Komposisi dan Khasiat Venom Lebah

Venom lebah mengandung beberapa biochemist atau bahan aktif farmakologi, antara lain: histamine, dopamine, melittin, apamine, mast cell destroying (MCD), peptide, minimine, enzim phospholipase A, dan hyalurunidase. Ilmuwan Creighton dan Gauze melaporkan bahwa venom lebah juga mengandung magnesium phospat yang dikenal memiliki nilai penyembuh. Selain itu, juga terdeteksi adanya traces tembaga dan calcium.

Fungsi venom lebah sebagai obat disebabkan adanya dua komponen utama, yakni: melittin dan phospholipase A. Melittin merupakan komponen utama venom lebah yang terdiri > 50% dari berat keringnya, sedangkan kandungan phospholipase A berkisar antara 12 – 15%. Melittin mengandung lebih 26 asam amino, dan phospholipase A mengandung 128 asam amino.

Venom lebah mengandung paling sedikit 18 macam zat aktif, satu diantaranya adalah zat kimia “Hyalurodinase” yang berfungsi merespon kasus pembengkakan dengan melembutkan jaringan dan mengfasilitasi transportasi zat-zat lain. Dia menyebabkan reaksi pembentukan asam hyaluronic dalam tubuh manusia.

Asam hyaluronic terdapat dimana-mana dalam tubuh manusia, tetapi konsentrasi tinggi ditemukan pada jaringan penghubung yang lunak. Dia memiliki peranan penting baik mekanis maupun fungsi transport seperti memberikan elastisitas setiap sambungan dan membuat cakram vertebrata menjadi kaku, Acetylglucosamine adalah produk reaksi kimia dari hyaluronic acid yang telah didemonstrasikan berperanan penting pada fungsi jaringan seperti hidrasi jaringan, pelumas, selete transport, migrasi sel, dan fungsi sel.

JENIS-JENIS PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI DENGAN VENOM LEBAH

Arthritis dan Pembengkakan Systemic

Dilaporkan Rothfel, 2003 bahwa penggunaan venom lebah terbukti dapat menyembuhkan berbagai penyakit manusia, antara lain: rheumatoid, osteoarthritis, penyakit sambungan jaringan seperti scleroderma. Bahkan pembengkakan sistemik seperti ulcerative colitis dan asma, keduanya dapat disembuhkan menggunakan venom lebah.

Desensitized atau Immunity.

Sammataro dan Avitabile, 1978 mengatakan bahwa orang yang hypersensitive terhadap venom lebah dapat dihentikan dengan memberi suntikan venom secara bertahap sampai orang tersebut menjadi tidak alergi dan akhirnya menjadi kebal. Orang yang hypersensitive terhadap antigen lainnya juga dapat disembuhkan menggunakan suntikan venom lebah atau menggunakan sengatan lebah.

Acute dan Chronic Injuries

Bursitis, tendonitis dan “area injury” merespon baik terapi venom lebah. Dalam hal ini venom lebah berpengaruh sebagai anti pembengkakan local, juga sebagai respon immunologi humoral dan cellular terhadap protein asing. Sakit pinggang kronis, gangguan pada leher, gatal dan sakit, semuanya dapat direspon dengan venom lebah. Demikian dilaporkan Rothfel pada tahun 2003.

Lyme’s Diseases

Menurut Mercola, 2000 bahwa jenis bakteri Borrelia burgdorferi adalah penyebab penyakit Lyme’s. Melalui uji invitro, terbukti B. burgdorferi mempunyai daya resistensi yang tinggi terhadap respon “Eukaryotic dan Prokaryotic Metabolik Inhibitor” . Tetapi hambatan perteumbuhan B. burgdorferi jelas akan tampak apabila menggunakan media melittin dari venom lebah. Dengan menggunakan mikroskop media gelap, Nampak jelas bahwa 26 jenis asam amino peptide penyusun melittin menunjukkan efek hambatan terhadap pertumbuhan B. burgdorferi. Sensitivitas B. burgdorferi terhadap melittin merupakan temuan baru yang mempengaruhi permiabilitas mikroorganisme.

Scar Tissue

Scar tissue koloids dan scar tissue lainnya dapat dipecahkan atau dilunakkan dengan venom lebah dan dapat diratakan dan dipudarkan warnya. Internal scar tissue, seperti adhesions dari operasi terdahulu juga dapat diobati dengan  terapi venom lebah. Demikian dilaporkan oleh Rothfeld tahun 2003.

Infeksi Bakteri

Rader, K. bersama teman-mannya pada tahun 1987 melakukan penelitian terhadap efek biologis dari total komponen venom lebah dengan menggunakan tipe reaksi kimia protein dan enzim. Komponen utama yang diuji adalah enzim phospholipase A, hyaluronidase, protein melittin, dan apamine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa venom lebah memiliki sifat bacteriostatis dan bactericidal.

Multiple Sclerosis (MS)

Menurut Rothfeld tahun 2003 bahwa Assosiasi MS di Amerika memberikan penghargaan kepada Dr. John Santili yang telah berjasa membuat preparat venom lebah untuk mempelajari efeknya pada pasien MS. Ratusan pasien MS menggunakan terapi venom lebah dan mereka merasakan adanya peningkatan stabilitas, mengurangi rasa capek, dan ketegangan otot.

Anti Rheumatik

Palos,E dan Popescu, 1983 mengatakan bahwa venom lebah mengandung dua jenis asam amino, yaknimethionine dan cystine yang kaya akan sulfur. Kedua jenis asam amino tersebut digunakan untuk mengobati reumatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa sulfur adalah elemen utama yang merangsang produksi cortisol dari kelenjar adrenal. Senyawa cortisol atau cortisone adalah senyawa anti bakteri dan dapat menyembuhkan penyakit reumatik dan arthritis.

Obat Kangker

Anonimous, 2003 menginformasikan bahwa para ilmuwan di “Australia’s Commenwealth Scientific” dan Organization of Mellecular Science menggunakan melittin dari venom lebah sebagai obat kangker yang memiliki efek sampingan yang jauh lebih aman dibandingkan dengan obat kangker lainnya.

Kolestrol dan Tekanan Darah

Krylov, 1995 dan Creighton, 1974 mengatakan bahwa ilmuwan Rusia menemukan manfaat venom lebah terhadap jaringan pembuluh darah, khususnya pembengkakan pembuluh darah jantung, memperlancar aliran darah, dan meningkatkan metabolism. Selain itu venom lebah meningkatkan kandungan haemoglobin dan leucocytes di dalam darah, menurunkan kekentalan dan koagulasi darah, menolong pasien trombophlebitis, menurunkan kolestrol, mengstabilkan tekanan darah, meningkatkan nafsu makan, mengatasi insomnia, dan merupakan stimulant penguat jaringan jantung.

Neuritis dan Neuralgia

Pada tahun 1938, Prof. M.B. Krol dan K.H. Erusalimchik di “Moscow Medical Institut” secara klinis menggunakan venom lebah mengobati kelainan fungsi saraf. Konsentrasi 2% larutan dapat menyembuhkan setelah 8X suntikan.

Oleh :

Prof.Ir. H.A.Mappatoba Sila, Ph.D.

Medicinal Bee Practice

Rumah Sakit  Unhas Tamalanrea,Mks

Belum ada Komentar untuk Jenis Penyakit Yang Dapat Diobati Dengan Bisa Lebah (Venom Lebah)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Jenis Penyakit Yang Dapat Diobati Dengan Bisa Lebah (Venom Lebah)

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.