Madu Mengkristal atau Beku Bukan Berarti Itu Madu Palsu!!!

Banyak yang belum mengetahui tentang kristalisasi madu (madu seakan membeku), banyak yang memvonis madu yang mengkristal merupakan madu palsu. Padahal belum tentu seperti itu. Kejadian kristalisasi madu, memang banyak terjadi pada sebagian jenis madu, terutama bila madu disimpan pada suhu dingin. Pengkristalan dimulai dari bagian bawah wadah, madu perlahan-lahan akan mengalami pengkristalan atau berubah warna kuning atau keputihan. Hal ini lazim terjadi pada beberapa jenis madu diantaranya madu karet, madu jambu mete, madu kaliandra, dan ada beberapa madu hutan belantara. Madu yang dihasilkan oleh lebah melalui dua proses ini, yaitu : Pencernaan : berlangsung didalam tubuh lebah dimulai setelah lebah memakan nektar, hingga dikeluarkan lagi sebagai cairan. Proses ini mengubah sakarida yang terdapat didalam nektar menjadi madu, dan berlangsung beberapa kali hingga sakarida tersebut menjadi setengah tercerna. Komposisi kimiawi serta pH nya juga turut berubah karena pengaruh asam-asam pencernaan yang dihasilkan oleh perut si lebah madu. Evaporasi atau penguapan : berlangsung setelah lebah madu yang masih setengah tercerna dikeluarkan dari perut lebah dan disimpan dalam sarang madu (yang berbentuk hexagonal). Pada saat baru dikeluarkan, kadar air dalam larutan madu masih tinggi, makanya perlu diuapkan. Sebab, madu yang baru setengah jadi ini juga mengandung ragi alami, yang malah akan memfermentasi kandungan gulanya menjadi alkohol jika kadar air tidak secepatnya dikurangi. Caranya unik, para lebah bekerjasama dengan mengibas-ngibaskan sayap mereka sehingga menciptakan aliran udara didalam sarang yang akan mempercepat proses ini. Madu mengandung gula mono sakarida, fruktosa dan glukosa. So kualitas rasanya tak jauh berbeda dari gula pasir. Tapi madu mengandung beberapa komponen uniknya sendiri yang menghasilkan rasa dan aroma yang unik pula, sehingga kadang lebih disukai daripada gula atau pemanis lainnya. Gula alam yang terdapat dalam madu ini terdehidrasi dan molekulnya sangat padat. Komponen fisik dan rasa madu sangat beragam, dan sangat tergantung pada jenis lebah penghasilnya, jenis bunga-bungaan yang nektarnya digunakan lebah, temperatur lingkungan, serta proporsi jenis gula alam yang terdapat didalamnya. Adapun syarat laboratorium BPOM pada madu adalah sebagai berikut : Enzim Diastase positif (+) SNI 01-3545-2004 HMF positif (+) SNI 01-3545-2004 Kadar Air < 22% SNI 01-3545-2004 Gula Reduksi > 65% SNI 01-3545-2004 Berikut dibawah ini hasil uji laboratorium madu pramuka jenis madu klengkeng : uji-lab-klengkeng-copy Oleh karena itu madu memiliki kadar gula (glukosa dan fruktosa) yang tinggi, dengan lebih dari 65% gula dan kurang dari 22% kadar air. Tingginya kadar gula membuat madu menjadi tidak stabil. Kandungan gula utama didalam madu adalah fruktosa dan glukosa, yang menyebabkan kristalisasi adalah glukosa karena glukosa memiliki tingkat kelarutan yang lebih rendah dibandingkan fruktosa. ketika glukosa mengkristal ia akan terpisah dari air dan membentuk kristal yang halus teksturnya. Kecepatan pembentukan kristal pada madu tergentang terutama pada perbandingan fruktosa dan glukosa yang lebih tinggi dari pada fruktosanya akan mengristal lebih cepat. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi kristalisasi madu :
  1. Suhu penyimpanan madu
  2. Metode pemrosesan madu
  3. Sumber nektar madu
Dengan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa madu mengkritalisasi belum tentu madu palsu. Dan dibeberapa negara, madu yang mengkristal lebih disukai karena lebih mudah disapukan pada roti.

Pelacakan dari situs Anda.

Tinggalkan komentar

KONTAK KAMI

Alamat : Komplek Wiladatika Cibubur
Jakarta Timur
Telp : 021 - 8445104
Call Center : 0813 1986 0660
Email : admin@madupramuka.com
Hari : Senin s/d Jum’at (08.00 -16.00) dan Sabtu (08.00 - 13.00)

FOLLOW US

LOKASI KAMI